ANEKDOT
1.1 PENGERTIAN ANEKDOT
Anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu
dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan
kejadian yang sebenarnya. Ada pengertian lain bahwa anekdot dapat merupakan
cerita rekaan yang tidak harus didasarkan pada kenyataan yang terjadi di
masyarakat. Yang menjadi partisipan atau pelaku di dalamnya pun tidak harus
orang penting.
Selain itu, teks anekdot juga dapat berisi
peristiwa-peristiwa yang membuat jengkel atau konyol bagi partisipan yang
mengalaminya. Perasaan jengkel atau konyol seperti itu merupakan krisis myang
ditanggapi reaksi dari pertentangan antara nyaman dan tidak nyaman, puas dan
frustasi, serta tercapai dan gagal.
1.2 UNSUR ANEKDOT
Anekdot
memiliki beberapa unsur yaitu :
1. Teks
2. Ajakan
3. Sindiran
4. Lucu
5. Masyarakat / tokoh / partisipan
6. Singkat
7. Menarik
8. Mengesankan
1.3 STRUKTUR ANEKDOT
Anekdot
memiliki beberapa unsur yaitu :
1. Abstraksi
2. Orientasi
3. Krisis
4. Reaksi
5. Koda
1.4 Bentuk anekdot
PUISI =
BAIT
DRAMA =
DIALOG
PROSA =
PARAGRAF
1.5 Contoh teks anekdot
“Korupsi”
Ada seorang anak kecil yang membutuhkan uang sebesar
Rp300.000,-untuk membeli sepeda baru. Ia sudah berhari-hari berdoa, tapi belum
ada jawaban. Akhirnya, ia meemutukan untuk menulis surat permintaan dan
mengirimkannya kepada Tuhan. Pada sampul surat dia meuliskan “Kepada Yth. Tuhan
di Surga.”
Tentu saja alamt ini membingungkan Pak pos. Akhirnya, Pak pos memutuskan untuk meneruskan
surat itu kepada Presiden. Saat membaca
surat itu, Presiden merasa terharu. Dia lalu memerintahkan stafnya untuk
memenuhi permintaan itu. Staf kePresidenan memutukan hanya akan memberikan uang
sebesar Rp100.000,-. Mereka menilai bahwa uang sejumlah itu sudah cukup banyak
untuk anak kecil.
Seminggu kemudian, Presiden kembali menerima surat dari anak itu
yang juga ditunjukkan kepada Tuhan.
Surat itu berbunyi, “Terimakasih Tuhan karena sudah mengabulkan doaku.
Tetapi lain kali kalau mau mengerim uang jangan lewat pemerintah ya. Seperti
biasa mereka mengorupsi uang. Saya yakin bahwa Engkau mengirim Rp300.000,-
tetap saya hanya menerima Rp100.000,-.” Setelah membaca surat dari anak kecil
tersebut, Pak Presiden merasa malu.
Teks anekdot dalam bentuk dialog:
“Korupsi’
Suatu hari ada seorang anak kecil sedang berdoa kepada Tuhan
Anak : Tuhan aku datang
kepada Mu untuk meminta bantuan Mu. Aku membutuhkan uang
Rp300.000,-.Uang
itu akan kupakai untuk membeli sepeda baru. Tolong aku ya
Tuhan.
Terimakasih.
2 hari kemudian anak kecil itu berdoa lagi kepada Tuhan.
Anak : Tuhan mengapa Engkau
belum juga menjawab doa ku? Apa yang salah dari doaku?
Karena belum ada jawaban dari Tuhan, akhrinya nya anak kecil itu
memutuskan untuk mengirim surat kepada Tuhan.
Anak : (dalam hati anak
itu) Ah mungkin Tuhan sibuk dan blum sempat mendengrkan
doaku. Lebih aku mengirim surat saja.
Kepada Yth.
Tuhan
di Surga
Kemudian akan
kuberikan surat ini kepada Pak pos deh, supaya cepat dikirimkan.
Sesampainya di tukang pos
Anak : Pak pos, aku punya
surat tolong berikan secepat nya ya... (kemudian anak itu pergi)
Pak pos melihat tujuan surat anak itu
Pak pos: Apa-apaan anak ini, aku harus memberikan kepada siapa? Apa
sebaiknya aku
berikan kepada
Pak Presiden saja?
Keesokan hari nya, surat itu sudah sampai di tangan Pak Presiden
Presiden: Wah ada surat dari ....... anak Tuhan. Lebih baik aku
baca saja. (dalam hati Pak
Presiden: “Tuhan aku anakMu, aku sangat butuh
sekali bantuanMu. Aku sudah
berdoa
berhari-berhari tapi belum ada jawaban. Aku hanya ingin uang sebesar
Rp300.000,- untuk membeli sepeda baru, aku
sangat lelah karena setiap hari harus
berjalan kaki. Terimakasih
Tuhan.”)
Setelah membaca surat itu, Pak Presiden merasa terharu dan menyuruh
bawahan nya untuk mengirimkan uang kepada anak itu.
Presiden: Pengawal tolong berikan uang ini kepada anak yang
beralamat di surat ini. (dalam hati Pak Presiden: “Pasti uang Rp100.000,-
ini sudah cukup untuk anak seumuran dia”)
Seminggu kemudian Pak Presiden menerima surat balasan dari anak itu
Presiden: Hoho cepat sekali anak itu membalas surat tapi kenapa
tujuan surat ini tetap kepada
Tuhan? (Kemudian
Pak Presiden membaca surat itu dan begini isi nya:
“Terimakasih
Tuhan karena Engkau sudah mau mengabulkan doaku, tapi lain kali
jangan kirim uang lewat pemerintah yaTuhan. Seperti
biasa pasti mereka
mengorupsi uangMu. Aku yakin bahwa Engkau
mengirim uang sebesar Rp300.000,-
tetapi saya
hanya mendapat Rp100.000,-“)
Presiden: Yaampun, apakah Pemerintahan-ku selalu mengorupsi seperti
ini? (rasa malu)

2 komentar:
tolong tuliskan maksud dan struktur teks diatas!
Iya kasi tau strukturnya, plis jawabbb
Posting Komentar